[REVIEW] WOMEN IN BLACK 2 : ANGEL OF DEATH (2015)

 the_woman_in_black_angel_of_death_2015_poster-1920x1080

Director : Tom Harper

Cast : Phoebe Fox, Jeremy Irvine

Duration : 98 minutes

Studio : Hammer Films, Entertainment One, Cross Creek Pictures

Distributor : Relativity Media

Setelah keberhasilan mengumpulkan lebih dari $127 juta dari budget hanya sebesar $15 juta dari pemutaran secara globalnya, Hammer Film Production, rumah produksi yang memang lebih dikenal dengan produksi film-film horornya memutuskan untuk memproduksi sekuel dari film yang dirilisnya pada tahun 2012 kemarin. Meskipun tidak lagi menggandeng Daniel Redcliff seperti pendahulunya, film ini tetap menjadi bagian dari kisah sebelumnya dengan tetap menggunakan rumah yang terdahulu sebagai lokasi utamanya. So, here we go, Women in Black 2 : Angel of Death.

Guna menghindari serangan pasukan musuh pada Perang Dunia II yang telah meluluhlantakkan kota London, Eve (Phoebe Fox), kepala sekolah Jean (Helen McCrory) bersama sekelompok murid-murid harus mengungsi ke pedesaan dan mendiami rumah yang terisolasi disebuah pulau yang akan digunakan sebagai sekolah. Salah seorang murid, Edward (Oaklee Pendergast) merasa ada sosok lain di rumah tersebut yang secara perlahan mulai menebar teror. Teror pun berlanjut, dan kini mengambil korban salah satu teman Edward. Merasa keselamatan mereka terancam, Eve, Jean dan dibantu oleh seorang pilot pesawat tempur, Harry Burnstow (Jeremy Irvine) membawa anak-anak tersebut ketempat yang lebih aman, namun sayang, wanita berpakaian hitam itu lebih menginginkan mereka tinggal di rumah tersebut dan satu per satu menjadi korbannya.

Sebagai film yang mengusung genre horor, memang sudah menjadi tugas utamanyalah untuk memberikan efek menakutkan. Terserah dengan menggunakan teknik apa, efek kejutan (jump scare), tata cahaya yang kelam, tak terkecuali tata musiknya. Film yang departement sinematografinya dipegang oleh George Steel ini adalah salah satunya, dengan memaksimalkan visual yang gelap untuk menciptakan atmosfer yang kelam, Angel of Death dinilai berhasil menghadirkan ketakutan tersebut.

Selain itu, naskah yang ditulis oleh Jon Croker juga cukup mampu merangkai adegan-adegan tersebut menjadi sebuah sajian yang meskipun penggunaan teknik jump scare pada beberapa bagiannya terkesan berlebihan. Sedangkan dari departemen akting, sayangnya tidak ada yang mampu tampil menonjol.

Ok, let’s wrap it up. Untuk sebuah film horor – meskipun dengan plot yang begitu klise – Women in Black : Angel of Death cukup bertaring untuk menakut-menakuti penontonnya. Keberhasilan teknik jump scare, atmosfer kelamnya dan tentunya pengarahan sang sutradara sendiri menjadi penyebab – let say – keberhasilan tersebut. Well, It works.

2,5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s