THE GALLOWS – 2015

The Gallows Istilah found footage memang bukan nama baru lagi. Shaky cams, out of focus objects adalah beberapa ciri khasnya. Tehnik ini memang identik dengan film horor, let say The Taking of Deborah Morgan, Paranormal Activity hingga the remarkable one, Blair Witch Project. Kali ini, satu lagi film horor yang diproduseri (salah satunya) oleh Jason Blum juga menggunakan tekhnik ini. Berkisah tentang sekelompok grup teater yang akan kembali memainkan sebuah drama panggung yang terkenal karena merenggut nyawa pemainnya ketika drama tersebut sedang dipentaskan. Are you ready for the play? Here we go, The Gallows.

20 tahun semenjak pementasan drama yang fenomenal tersebut, sekelompok grup teater akan kembali memainkan drama yang sempat menghebohkan sekolah tersebut. Bagaimana tidak, salah satu aktornya tewas di tiang gantungan ketika drama tersebut sedang berlangsung. Sebuah ide gila muncul dikepala Ryan (Ryan Shoos) untuk merusak set panggung tersebut pada malam hari. Bersama teman-temannya, Reese (Reese Mishler) dan Cassidy (Cassidy Gifford) mereka pun merusak set yang telah disiapkan. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Pfeifer (Pfeifer Brown) dan terjebak di dalam ruang teater. Tanpa mereka ketahui, ternyata ada sesuatu yang telah menunggu mereka di dalam dan tidak menginginkan mereka keluar dalam kondisi bernyawa.

Well, first think, first. Seperti found footage lainnya, tidak ada hal baru yang ditawarkan di film ini, sekelompok anak muda, diteror dan ditutup dengan sedikit twist di akhirnya. Yang membedakannya hanyalah “hal menakutkan apa saja” yang ada didalamnya. Dan juga, tidak afdol rasanya bila film horor tidak menggunakan cara ini untuk menakut-nakut penontonnya, yap apalagi kalau bukan jump scare. Tekhnik tersebut memang terbukti berhasil pada genre ini.

Meskipun begitu, film yang langsung disutradarai oleh penulis naskahnya, Travis Cluff dan Chris Lofing, tidak lantas hanya mengandalkan tehnik jump scare saja untuk membuat film ini berhasil. Mereka juga memainkan emosi penontonnya dengan memanfaatkan hal-hal lain, seperti pencahayaan yang minim serta ruang sempit dan tertutup yang memberikan efek claustrophobia.

OK, let’s wrap it up. Meskipun tidak menawarkan sesuatu yang baru di dalamnya, film ini masih dinilai berhasil memberikan ketakutan kepada penontonnya dan sebagai film horor adalah tugas utamanyalah memberikan efek tersebut. Well, and in this case, it works.

2,5

Sutradara : Travis Cluff, Chris Lofing

Naskah : Travis Cluff, Chris Lofing

Pemain : Reese Mishler, Pfeifer Brown, Ryan Shoos, Cassidy Gifford

Musik : Zach Lemmon

Sinematografi : Edd Lukas

Durasi : 81 menit

Studio : New Line Cinema, Blumhouse Productions, Management 360, Tremendum Pictures

Distribusi : Warner Bros. PIctures

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s