HITMAN : AGENT 47 – 2015

Hitman Agent 47 8 tahun sudah sejak perilisan film pertama yang memperkenalkan sosok pembunuh berdarah dingin ini. Kepala plontos, setelan jas plus dasi yang merah menyala adalah penampilan khas karakter yang diangkat dari video game populer asal Denmark ini. Film yang merupakan reboot dari film sebelumnya ini merupakan debut perdana bagi sutradara asal Denmark, Aleksander Bach. Well, need no more introduction, here we go, Hitman : Agent 47.

Merasa dibuntuti oleh sosok misterius yang dikenal dengan Agent 47 (Rupert Friend), Katia van Dees (Hannah Ware) dengan bantuan John Smith (Zachary Quinto) harus terus melarikan diri. Katia dinformasikan bahwa sosok misterius tersebut adalah pembunuh yang mengicar ayahnya, Dr Litvenko (Ciaran Hinds) yang pernah terlibat dalam penciptaan pembunuh berdarah dingin. Namun sesungguhnya sebuah rahasia besar telah menanti, rahasia yang melibatkan John Smith, Katia dan Agent 47.

First of all, untuk urusan penyutradaraan, sebagai debut perdana di bangku sutradara, Aleksander Bach tidak buruk dalam meramu pengadeganannya, termasuk untuk urusan aksi, hal ini pastinya tidak terlepas dari campur tangan 2nd unit director-nya, David Leitch, yang juga terlibat pada John Wick.

Sedangkan dari sisi penceritaannya, seperti kebanyaan film yang lebih mengedepankan adegan aksi, Skip Woods yang juga menulis naskah pada film terdahulu kembali menulis naskah pada film ini bersama dengan Michael Finch (The November Man) tidak cukup memberikan space bagi karakter-karakternya untuk diperkenalkan dan berkembang. Sebagian besar durasi hanya disajikan untuk show off adegan aksi khas Hollywood yang penuh dengan adegan kejar-kejaran a la cat and mouse dan tentunya kekerasan, sehingga sulit untuk merasa terikat dengan karakter yang ada didalamnya.

OK, let’s wrap it up. Sulit untuk mengatakan film ini buruk, coz it’s not THAT bad, hanya saja tidak pula layak disebut baik. Hitman Agent 47 memang tidak menyisakan hal selain adegan aksi – yang penuh dengan cipratan darah – yang yaah boleh dikatakan biasa saja, sisanya, hanya sebuah reboot sia-sia – yang begitu mudah dilupakan begitu lampu dinyalakan – yang seharusnya sudah masuk ke Memory Dump.

2,5

Sutradara : Aleksander Bach

Naskah : Michael Finch, Skip Woods

Pemain : Rupert Friend, Hannah Ware, Zachary Quinto, Ciáran Hinds, Thomas Kretschman, Angelababy

Musik : Marco Beltrami

Sinematografi : Óttar Guðnason

Durasi : 96 menit

Studio : Daybreak Films, Giant Pictures, TSG Entertainment

Distribusi : 20th Century Fox

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s