SINISTER 2 – 2015

sinister 2 Setelah kesuksesan film sebelumnya pada tahun 2012 yang telah berhasil membukukan lebih dari $77 juta dari total pemutarannya dengan budget hanya $3 juta, sepertinya tidak ada yang bisa menghalangi produsernya, Jason Blum dan Brian Kavanaugh-Jones, untuk membuat sekuel dari film tersebut. Namun apakah sekuel yang juga merupakan homage dari Children of The Corn yang diangkat dari novel Stephen King ini mampu sebaik film sebelumnya? Let’s find out, here we go, Sinister 2.

Dylan (Robert Daniel Sloan) selalu dihantui mimpi buruk, hingga suatu malam sekelompok hantu anak-anak yang pimpin oleh Milo, mengajaknya untuk menonton film-film yang berisi pembunuhan keluarga. Awalnya Dylan tidak merasa terganggu dengan ajakan tersebut, namun semakin lama, Milo memaksanya untuk menonton potongan film-film lainnya. Sementara itu, seorang mantan deputi (James Ransone) menginvestigasi sebuah pembunuhan yang terjadi di sebuah gereja yang berdekatan dengan rumah Courtney Collins (Shannyn Sossamon), ibu si kembar Dylan dan Zach. Investigasi tersebut ternyata menggiring mantan deputi tersebut ke sosok makhluk yang bernama Bughuul, yang sudah mengintai mereka.

Oh well, sulit memang untuk melupakan teror yang berhasil ditanamkan oleh Sinister yang mampu menghantui pada tahun 2012 kemarin. Let’s say, atmosfer yang kelam, performa aktor dan dukungan tim di balik layarnya menjadikan film tersebut sebuah presentasi yang tidak hanya menakut-nakuti secara “fisik” tetapi juga psikologis. Namun, apa yang telah dilakukan sekuelnya kini? Kembali ditangani oleh C. Robert Cargill dan Scott Derrickson yang kini hanya bertanggung jawab pada naskahnya dengan komando pengarahannya diberikan kepada Ciaran Foy (Citadel), film ini tidak lebih dari sebuah show case atas jump scare yang berlebihan. Alih – alih menyajikan sesuatu yang menakutkan, Sinister 2 justru sama sekali tidak hadir dengan hal tersebut.

Selain itu juga, performa aktor-aktor cilik yang menjadi hantu juga tidak menyakinkan. Dengan akting yang seadanya sulit untuk terteror dengan penampilan mereka. Sosok Bughuul yang diharapkan mampu menjadi sumber teror juga tidak mampu berbuat banyak, tidak lebih hanya sebagai “bintang tamu”.

OK, let’s wrap it up. Bila yang diinginkan adalah sebuah film yang menabur jump scare seperti film horor kebanyakan, mungkin film ini akan memuaskan penontonnya, tetapi bila tidak, film ini justru akan seperti harimau ompong yang mengaum-ngaum keras namun tidak ada yang takut dengan aumannya. Well, dengan presentasinya yang mencapai 97 menit ini, Sinister 2 telah berhasil sebagai sekuel dari film sukses, oops, I mean, berhasil (sebagai sekuel film horor yang sama sekali tidak menakutkan) dari film sukses.

2

Sutradara : Ciaran Foy

Naskah : C. Robert Cargill, Scott Derrickson

Pemain : James Ransone, Shannyn Sossamon

Musik : Tomandandy

Sinematografi : Amy Vincent

Durasi : 97 menit

Studio : Alliance Films, Automatik Entertainment, Blumhouse Productions, Entertainment One, IM Global, Tank Caterpillar, Inc

Distribusi : Gramercy Pictures, Focus Features

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s