NO ESCAPE – 2015

NO ESCAPE Sudah lama rasanya menyaksikan film yang benar-benar berhasil memberikan efek tidak nyaman ketika menontonnya. Ya, tidak nyaman di sini bukan dalam artian ketakutan yang biasa ditawarkan pada film horor kebanyakan. Film terakhir yang memberikan efek tersebut mungkin, peraih Best Picture tahun 2013 kemarin, Argo. Film yang awalnya (kabarnya) berjudul The Coup ini mungkin satu diantaranya, bersetting di sebuah negara di Asia Tenggara, film dengan tempat pengambilan gambar di Chiang Mai, Thailand, ini harus membuat kesepakatan untuk tidak menyebutkan dimana kejadian ini berlangsung, termasuk untuk tidak menggunakan bahasa resmi ataupun simbol-simbol yang merujuk suatu negara karena tindakan vandalisme yang menjadi content-nya. Kinda interesting, huh. Here we go, No Escape.

Jack Dwyer (Owen Wilson), harus memboyong istri, Annie (Lake Bell) dan kedua putrinya, Lucy (Sterling Jerins) dan Beeze (Claire Geare) ke sebuah negara di Asia Tenggara untuk urusan pekerjaan. Setibanya di sana, bersama dengan Hammond (Pierce Brosnan) yang ditemuinya di dalam pesawat, mereka menempati hotel yang sama. Pagi itu semua berjalan layaknya pagi-pagi lainnya, hingga suatu saat, Jack terjebak di tengah-tengah kerusuhan antara Polisi dengan para pemberontak. Awalnya hal tersebut terlihat biasa saja, hingga Owen menyaksikan seorang warga negara Amerika yang dibunuh didepan matanya. Ternyata pemberontakan tersebut mengincar warna negara asing dan ingin menjadikan mereka sebagai target pembunuhan. Kini, Jack harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan diri dan keluarganya, atau nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.

Well, kenyamanan ketika menonton sepertinya harus berubah menjadi ketidaknyamanan ketika menyaksikan film ini. Bagaimana tidak, hampir disepanjang presentasinya yang mencapai 103 menit ini, penonton akan disuguhkan adegan-adegan yang memacu denyut jantung lebih kencang dan kencang dan semakin kencang. Dowdle Bersaudara (John Erick dan Drew) yang menulis naskanya ini memang kelewatan dalam merangkai adegan-adegan di sini. Rasanya hampir tidak mungkin untuk tidak terikat dengan karakter-karakternya, keluarga John, Hammond hingga para demonstran yang terus mengejar seperti orang yang kesetanan. Keberhasilan mengikat penontonnya jelas terlihat ketika rasa takut dan teror yang terus mengitai setiap saat yang siap menyergap penontonnya. Lelah, ya, menyaksikan film ini memang melelahkan, rentetan bahaya dan pengejaran yang membuat seolah penontonnyalah yang sedang dikejar, bukan orang lain.

Pfiuuh, senyaman apapun kursi studionya, sepertinya tidak akan berpengaruh bila menyaksikan film ini. Tagline yang biasa berbunyi “Sit back, relax and enjoy the ride” pun seolah tidak tepat bila diterapkan, karena memang, No Escape bukanlah sebuah film yang akan menimang-nimang atau meninabobokan penontonnya dengan fantasi tetapi justru meneror dengan pengejaran yang membabi buta.

3 baru-1

Sutradara : John Erick Dowdle

Naskah : John Erick Dowdle, Drew Dowdle

Pemain : Owen Wilson, Lake Bell, Sterling Jerins, Claire Gears, Pierce Brosnan.

Musik : Marco Beltrami, Buck Sanders

Sinematografi : Léo Hinstin

Durasi : 103 menit

Studio : Bold Films, Brothers Dowdle Productions

Distribusi : The Weintein Company

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s