SELF/LESS – 2015

selfless “Selama apa manusia mampu terus hidup?”. “Selamanya”. Sebuah konsep keabadian yang ditawarkan pada film ini memang sangat menarik. Sebuah konsep yang akan menjadikan manusia hidup tanpa batas waktu dengan bantuan tehnologi. Ketika kematian bukanlah jalan terakhir bagi manusia, ketika keabadian menjadi sebuah pilihan bagi mereka yang menginginkannya. Here we go, Self/Less.

Adalah Damian Hale (Ben Kingsley), milyuner yang secara perlahan-lahan digerogoti oleh penyakitnya yang semakin memburuk dari hari ke hari. Sebuah tawaran menarik datang dari seorang Albright (Matthew Goode). Melalui sebuah prosedur yang disebut “Shedding”, Damian bisa tetap hidup, tetapi dalam sosok orang lain. Sebuah fisik tubuh pria telah disiapkan sebagai pengganti fisiknya yang sakit. Damian pun menjalani prosedur tersebut. Kini Damian hidup dalam sosok tubuh baru dan dengan identitas baru sebagai Edward Hale (Ryan Reynolds). Namun ternyata sisa ingatan yang masih tersisa dari tubuh barunya tersebut perlahan menghantuinya dan menggiringnya ke sebuah kisah masa lalu yang belum selesai.

Untuk sebuah film yang lahir dari seorang Tarsem Singh (Mirror/Mirror, Immortals), film ini tergolong “luar biasa”. Let me clear it up, luar biasa dalam artian bahwa film ini memang tidak seperti film-film lainnya. Layaknya Tim Burton ataupun Sanjay Leela Bansali yang selalu hadir dengan karakter yang khas pada setiap filmnya, kali ini Tarsem benar-benar tampil polos. Kekayaan visual yang selalu ada pada film-filmnya benar-benar tidak terlihat. Mungkin ini adalah filmnya yang pertama yang terlihat “tidak wajar”.

Dengan tagline “God created Man. Man created immortality”, film ini sudah memberikan kesan bahwa film ini dengan premis yang (meskipun tidak benar-benar orisinal) tidak biasa. Indeed. Naskahnya yang ditulis oleh David dan Alex Pastor pun menjadikan babak pertamanya begitu menarik hingga sulit untuk tidak tertarik dengan kisah selanjutnya. Namun seiring berjalannya waktu, premis A-class-nya mengalami degradasi. Plot awal yang begitu menarik itu berubah menjadi B-class action flick. Berbagai twist dan turn over yang dihadirkan dalam presentasinya yang mencapai 117 menit itu pun seakan tidak mampu menutupi kekurangan tersebut.

Ok, let’s wrap it up. Dibalut dengan premis yang begitu menarik – untuk sebuah film yang diarahkan oleh seorang Tarsem Singh – Self/Less menjadi sebuah sajian yang begitu sederhana. Tanpa kekayaan visual yang selalu menjadi menu wajib pada setiap filmnya, ditambah adegan aksi dan eksekusi yang jatuh-jatuhnya malah semakin mengukuhkan kesan sebagai film mediocre. Well, as been told before, film ini benar-benar sebuah prensentasi Tarsem yang polos. Literally.

2,5

Sutradara : Tarsem Singh

Naskah : David Pastor, Alex Pastor

Pemain : Ryan Reynolds, Natalie Martinez, Matthew Goode, Victor Garber, Derek Luke, Ben Kingley

Musik : Dudu Aram, Antonio Pinto

Sinematografi : Brendan Galvin

Durasi : 117 menit

Studio : Endgame Entertainment, Ram Bergman Productions

Distribusi : Focus Features, Gramercy Pictures

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s