SOUTHPAW – 2015

Southpaw Berlatar belakang ring tinju, film yang berkisah tentang pergulatan jiwa seorang bintang yang telah kehilangan sinar karena sebuah insiden buruk ini – yang juga merupakan unofficial follow-up dari 8 Miles pada tahun 2002 ini – pada pada awalnya menempatkan Eminem sebagai pemeran utamanya namun akhirnya digantikan karena ia ingin lebih berkonsentrasi pada karis musiknya. Selain itu juga, ini adalah film terakhir yang diaransemen oleh James Horner sebelum kecelakaan pesawat yang dialaminya pada Juni silam. Well, enough for the trivias, here we go, Southpaw.

Garis hidup Billy Hope (Jake Gyllenhaal) seakan berubah 180 derajat. Karirnya sebagai petinju yang sedang berada di puncak, materi yang melipah dan keluarga yang bahagia seakan perlahan hilang semenjak kematian sang istri, Maureen (Rachel McAdams), yang tertembak pada sebuah acara amal. Depresi yang mendalam karena kehilangan sosok yang sangat dicintai dan mencintainya, menggiringnya ke jurang kehancuran. Materi dan prestasi yang telah dibangun dan dikumpul selama ini hilang tanpa bekas, hal ini semakin diperburuk karena perilakunya yang menggunakan obat-obatan terlarang yang mengakibatkan putrinya, Leila (Oona Laurence) – berdasarkan putusan pengadilan – harus dibawah pengawasan pemerintah. Pilihannya hanya satu, terus terpuruk dalam depresi yang tak berkesudahan atau bangkit berdiri dan kembali mengumpulkan kebahagian yang pernah ia milik. Dan ia pun memilih satu diantaranya.

Tired plot? It is. Cliché? It is. Predictable? It is. You named it. Dari sisi cerita memang tidak ada hal baru yang ditawarkan pada film ini. Premis sudah jatuh tertimpa tangga dan berupaya kembali bangkit memang sudah menjadi plot yang lumrah bagi film-film seperti ini. Kurt Sutter yang bertanggung jawab pada naskahnya – yang kebetulan ini adalah film layar lebar perdananya – menggiring ke sebuah kondisi keterpurukan sosok bintang yang telah kehilangan sinarnya. Meskipun begitu, bukan berarti film ini menjadi biasa saja. Dibawah pengarahan Antoine Fuqua (The Equalizer, Olympus Has Falllen), film ini mampu digarap menjadi sebuah drama olahraga yang tidak hanya tenggelam dalam kesenduan tetapi juga mampu tampil gahar. Dibantu dengan bidikan lensa dari sudut pandang seorang Mauro Fiore (Runner Runner, Real Steel) dan tentunya tim dibalik layar lainnya, adegan pertandingan yang disajikan sama sekali tidak terlihat seperti sebuah film tetapi benar-benar telihat seperti sebuah pertandingan tinju yang sesungguhnya. We’re watching a real match!.

Kekuatan lain juga hadir dari jajaran aktornya. Jake Gyllenhaal (Everest) yang belakangan semakin mengukuhkan dirinya sebagai aktor bunglon yang bisa bermain baik dengan karakter yang beragam, an impressive turn over from a freelance cameramen in Nightcrawler into a muscular-shape boxer, dan tentunya penampilan Oona Laurence yang sangat mencuri perhatian sebagai putrinya.

Ok, let’s wrap it up. As been told before, memang tidak ada hal baru yang ditawarkan pada premisnya selain keklisean melodrama seorang petinju, namun kemampuan Fuqua, tim-tim dibalik layarnya dan tentunya kekuatan akting para aktornya dalam mengemas kisah klise ini menjadikan Southpaw sebuah presentasi yang manis dibalik kerasnya pertandingan diatas ring tinju.

3 baru-1

Sutradara : Antoine Fuqua

Naskah : Kurt Sutter

Pemain : Jake Gyllenhaal, Forest Whitaker, Rachel McAdams

Musik : James Horner

Sinematografi : Mauro Fiore

Durasi : 123 menit

Studio : WanDa Pictures, Riche Productions, Escape Artists, Fuqua Films

Distribusi : The Weinstein Company

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s