KNOCK KNOCK – 2015

Knock Knock Bosan dengan film yang didominasi oleh para pria? Mungkin film ini bisa menjadi pilihan alternatif. Dimana sosok pria harus mengikuti permainan gila dari 2 orang tamu yang tak diundangnya. Well, setelah menyaksikan film ini mungkin akan banyak orang yang berfikir ulang untuk menawarkan keramahan kepada orang asing yang mengetuk pintu ditengah hujan lebat. Knock Knock, who’s there?

Sebuah keluarga kecil dan bahagia telah dimiliki oleh Evan (Keanu Reeves), seorang mantan Disc Jockey yang kini telah menjadi arsitek. Seorang istri yang cantik dan sepasang anak yang lucu. Gambaran keluarga kecil yang sempurna. Namun hingga suatu malam, ketika istri dan kedua anaknya pergi berlibur dan meninggalkannya karena cedera pada bahu, 2 orang wanita mengetuk pintunya. Sebagai seorang gentleman, ia pun mempersilakan kedua wanita tersebut menumpang berteduh. Percakapan pun mengalir diantara ketiganya, namun perlahan ia mengetahui ada yang berbeda dengan kedua wanita ini. Dan ternyata apa yang dipikirkannya benar, mereka memang berbeda.

Fuck! This is the most embarrassing movie that I ever watched in this year!. Bagaimana tidak, selama presentasinya yang mencapai 90 menit lebih, film ini menyajikan ketidakmampuan seorang laki-laki untuk mengendalikan 2 orang wanita nakal atau psycho atau gila atau apalah sebutannya. Padahal begitu banyak kesempatan yang bisa diambil untuk melakukan tindakan kepada wanita-wanita gila tersebut. Ingin rasanya berteriak dan mengatakan “COME ON, GRAB THAT KNIFE AND SLIT THOSE BITCHE’S THROAT!! YOU FUCKIN’ MORON!”.

Eli Roth (Hostel) yang memang lebih dikenal sebagai sutradara film yang identik dengan cipratan darah dan kekerasan, bersama dengan Guillermo Amoedo (The Stranger) dan Nicolas Lopez (Best Worse Friends) sepertinya ingin mematahkan dominasi pria pada banyak film. Selama ini sosok pria selalu digambarkan sebagai tokoh penting, utama, mendominasi, bahkan superior. Sedangkan wanita justru kebalikannnya, terbelakang, terdeskriminatif dan inferior. Namun disini melalui karakter Evan, seorang mantan Disc Jockey yang telah menjadi arsitek dan memiliki keluarga kecil nan bahagia, semua seolah dijungkirbalikkan. Karakternya yang sangat baik layaknya Bapak Peri (seandainya ada pasangan dari karakter Ibu Peri yang baik hati) mampu dipermainkan oleh 2 orang wanita. Sebuah ide mematahkan dominasi pria tersebut boleh dikatakan unik dan berani mengingat hal tersebut bukanlah hal yang biasa dilakukan.

OK, let’s wrap it up. Personally, saya tidak menyukai film ini, karena satu hal yang jelas, lelaki diposisikan tidak berdaya di sini, namun dari bila dilihat dari sisi ide, Knock Knock merupakan sebuah sajian yang berbeda, berani tampil melawan arus dan itu poin pentingnya.

2,5Sutradara : Eli Roth

Naskah : Eli Roth, Guillermo Amoedo, Nicolas Lopez

Pemain : Keanu Reeves, Lorenza Izzo, Ana de Armas

Musik : Manuel Riveiro

Sinematografi : Antonio Quercia

Durasi : 99 menit

Studio : Camp Grey, Dragonfly Entertainment, Sobras International Pictures.

Distribusi : Lionsgate Premiere

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s