[Review] The Lego Ninjago Movie (2017)

lego-ninjago-banner

Film yang merupakan instalmen ketiga dari franchise The Lego Movie setelah ‘The Lego  Movie’ dan ‘The Lego Batman Movie’ merupakan film yang diproduksi bersama antara Amerika Serikat dan Denmark. Film ini juga film pertama yang diangkat langsung original lini produk lego, Lego Ninjago. Berkisah tentang sekelompok remaja yang memiliki kemampuan sebagai Ninja yang menjaga keamanan kota Ninjago dari ancaman bahaya dibawah kepemimpinan Garmadon. Ok, here we go, The Lego Ninjago Movie.

Hari itu adalah hari yang spesial bagi Lloyd (Dave Franco), seorang remaja yang tinggal di kota Ninjago bersama ibunya, Misako (Olivia Munn). Ya, hari itu adalah hari ulang tahunnya, namun tidak ada seorang pun yang mengingat akan hari itu, tidak juga ibunya. Pada hari itu juga, ketenangan kota Ninjago diusik oleh kelompok pengacau yang dipimpin oleh Garmadon (Justin Theroux). Tidak bisa tinggal diam, sekelompok remaja dengan atribut ninja, Kai (Michael Pena) si Ninja Merah, Jay (Kumail Nanjiani) si Ninja Biru, Nya (Abbi Jacobson) si Ninjai Perak, Zane (Zach Woods) si Ninja Robot, Cole (Fred Armisen) si Ninja Bumi dan Lloyd si Ninja Hijau dengan bantuan guru mereka, Master Wu (Jackie Chan), mencoba melumpuhkan serangan Garmadon tersebut.

Dengan naskah yang ditulis oleh si sutradara sendiri, Bob Logan dan Paul Fisher (minus Charlie Bean yang juga duduk di bangku sutradara), bersama dengan William Wheeler (Queen of Katwe), Tom Wheeler (Puss in Boots), Jared Stern (The Lego Batman Movie) dan John Whittington (The Lego Batman Movie) ini tergolong sederhana, sekelompok remaja beratribut ninja mencoba menjaga ketentraman kota dari serangan para penjahat. Kurang sederhana apalagi, bukan? Tapi justru di situ letak kekuatannya. Meskipun sederhana, namun konflik yang dibangun sangat membumi dan bahkan personal. Ditambah lagi elemen-elemen family values yang semakin membuat film ini terasa semakin berkesan. And that’s the BIG point of it.

Family matters. Indeed. Mungkin itu salah satu pesan yang ingin disampaikan para sineas yang berada di balik film ini. Meskipun dengan plot yang begitu sederhana, namun The Lego Ninjago Movie tidak hanya hadir sebagai film animasi yang hanya mengandalkan kekuatan visual sebagai barang dagang utamanya (dan tentunya brand Lego itu sendiri), tetapi juga ada nilai-nilai keluarga yang tersimpan, begitu kuat, begitu nyata.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s