[Review] The Foreigner (2017)

The-Foreigner-Banner101

Diangkat dari novel karya Stephen Leather dengan judul ‘The Chinaman’, film yang disutradarai oleh Martin Campbell ini merupakan film kedua yang mempertemukan sutradara tersebut dengan aktor Pierce Brosnan setelah sebelumnya bekerja sama di film agen mata-mata Inggris, ‘Golden Eye’. Berkisah tentang ayah yang mencari dalang dalam sebuah pengeboman yang telah merenggut nyawa putri kesayangannya, well, here we go, ‘The Foreigner’.  

Seperti biasa, hari itu Quan (Jackie Chan) menjemput putrinya dari sekolah. Namun tanpa disadari sebuah bom meledak dan merenggut nyawa putrinya. Quan kehilangan arah hidup, hari-harinya yang biasa dihabiskan untuk menjalankan usaha dagang kini hanya dihabiskan untuk berduka. Tidak bisa menerima dengan kondisi tersebut, Quan pun berjuang mencari tahu siapa orang yang bertanggung jawab atas pengeboman tersebut, meskipun harus berurusan dengan pejabat pemerintahan, Hennesy (Pierce Brosnan).

Yes, it’s’ a Jackie Chan movie. Lemme tell you this, buang semua bayangan tentang film-filmnya yang kerap hadir dengan adegan laga yang menghibur dengan balutan unsur komedinya yang sangat kental seperti yang baru-baru ini hadir, ‘Kung Fu Yoga’ atau ‘Railroad Tiger’ dan puluhan film lainnya, karena film ini sama sekali berbeda dengan filmnya kebanyakan. Untuk satu hal mungkin memiliki kesamaan, unsur adegan laga, tetapi soal hal yang berbau komikal, tidak sama sekali!

Film yang naskahnya ditulis oleh David Marconi (‘The Dark Side of the Moon’, ‘Enemy of The State’) ini justru lebih kental unsur drama ketimbang laga. Terlebih lagi bagi Jackie Chan sendiri, rasanya sudah lama tidak melihat Jackie bisa tampil (berakting) sebaik ini, let say dari sisi drama mungkin ‘Shinjuku Incident’ atau ‘New Police Story’ punya kemiripan yang sama, tetapi pada film ini emosi yang muncul begitu terasa lewat ekspresinya yang hadir melalui tatapan mata maupun guratan wajah.

Ok, lets wrap it up, as been told up there, ‘The Foreigner’ bukanlah seperti film Jackie Chan kebanyakan. Meskipun tetap dengan bumbu adegan laga namun butuh sedikit kesabaran untuk menikmati film ini. Bukan tipe populer-nya Jackie, tapi merupakan salah satu showcase akting terbaiknya. Couldn’t agree more.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s